KEEP ON GREEN

“Kesederhanaan Adalah Sesuatu Yang Menarik”

Arsip untuk Artikel

Jalur Mudik Lebaran 2008

Jalur Mudik Lebaran 2008

Mudik “Mumet Dikit”…. itulah kira kira kalo dalam bahasa jawa disebut parik-an atau ilmu gatuk-menggatuk-ken (gabung-menggabungkan)….

 

 Bismilah…,

Sebentar lagi pergerakan jutaan manusia kembali terjadi di Indonesia. Jutaan orang akan berduyun-duyun mudik alias pulang kampung ke kota atau ke desa asal yang selanjutnya akan diikuti arus balik, jadi gimana kesiapan anda yang mudik dan juga infrastruktur jalan menghadapi mudik dan arus balik lebaran 2008 kali ini…??????? Baca entri selengkapnya »

Informasi Beasiswa Universitas Brawijaya

Nomor : 2557/J.10/KM/2008 24 Juli 2008
Lampiran : 2 (Dua) lembar Perihal : Sosialisasi kebijakan beasiswa UB

 

 


Yth. Bpk/Ibu Dekan Fakultas
Universitas Brawijaya
Malang

 


Berdasarkan Rencana Strategis Universitas Brawijaya 2006 — 2011 salah
satu kebijakan dasar program pengembangan kemahasiswaan bidang kesejahteraan
adalah peningkatan jumlah penerima dan jumlah sumber beasiswa, sehubungan dengan
adanya peningkatan tersebut maka diperlukan kebijakan lebih detail tentang
beasiswa di Universitas Brawijaya.
Adapun kebijakan tetang beasiswa di
Universitas Brawijaya sebagaimana terlampir, kami sampaikan sebagai acuan
penentuan penerima beasiswa dan proses seleksi penerima beasiswa UB menggunakan
sistem komputerisasi agar lebih transparan dan akuntabiltas.
Demikian atas
perhatian dan kerjasama yang baik, Baca entri selengkapnya »

Lebih Tahu dengan Tanaman Teras & Tanaman Hias

Punya hobi berkebun, tapi merasa masih awam terhadap jenis-jenis tanaman hias? Tak perlu khawatir, kami akan coba membantu Anda menentukan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan untuk menghijaukan ruangan. Tak ketinggalan, info seputar teras rumah sebagai media penyaluran hobi berkebun tadi.

Tanaman hias bukan saja cantik dan manis untuk mengisi ruangan. Dengan penempatan yang pas, tanaman hias mampu memberikan elemen penting di sudut rumah. Biasanya dalam wilayah arsitektur sebuah hunian, teras selalu disisakan oleh sang perancang atau pemilik.

Dari banyak literatur, para ahli sepakat bila teras pada sebuah rumah merupakan ruang transisi antara ruang luar dan ruang dalam. Pada rumah, teras bisa berada di depan, di samping maupun di belakang hunian. Tentunya, teras depan memiliki fungsi yang berbeda dengan teras belakang atau pun teras samping.

 

Tanaman  Anggrek

Tanaman Anggrek

Dilihat dari tampak rumah, keberadaan teras lebih merupakan bagian dari ruang luar sebuah rumah, sehingga keindahan tampilannya, juga menjadi unsur penentu keindahan penampakan rumah secara keseluruhan.

Tatanan yang pas untuk teras akan memberi kenyamanan tidak saja pada sisi luar ruang tetapi juga dari arah ruang dalamnya. Itulah sebabnya, kehadiran teras terasa belum ”pas” tanpa dilengkapi dengan sentuhan taman atau pemandangan hijau di sekitarnya.

Namun sebelum menata taman yang ada di seputar teras rumah, ada baiknya Anda mempertimbangkan dua hal. Pertama, aktivitas yang sering dilakukan pada teras tersebut. Kedua, kondisi fisik teras terutama faktor ketersediaan cahaya matahari.

Teras depan lebih ditekankan pada segi estetis dan lebih ditujukan sebagai area welcome bagi tamu, sedangkan teras belakang atau teras samping lebih bersifat privat dan fungsional karena lebih diarahkan untuk dapat menampung kegiatan keluarga atau sebagai media menyalurkan hobi.

Sebagai gambaran, bisa saja taman di seputar teras depan rumah dibuat dengan komposisi yang padat bergaya tropikal. Caranya, dengan memadukan beragam tanaman dengan tekstur dan warna yang atraktif, disusun dalam komposisi yang bergradasi. Taman teras yang tidak terlalu luas tersebut, selain untuk melengkapi fungsi teras depan juga untuk memperlunak kesan kokoh yang dibuat dari pagar beton yang masif. Keindahan taman teras depan dapat dinikmati dari dua arah, yaitu dari arah luar dan dari arah dalam dengan membuat bukaan pintu.

Dan jangan lupa, selain mempercantik wajah eksterior rumah dan secara fungsional menampung aktivitas keluarga di ruang luar, teras juga bisa berfungsi sebagai media tempat memperagakan beragam koleksi milik keluarga, seperti koleksi tanaman,dan benda seni yang memiliki keistimewaan serta arti tersendiri bagi si pemilik.

Teras Rumah

Teras Rumah

Tanaman Hias
Jika urusan teras beres, hal berikut yang perlu diperhatikan adalah masalah tanaman hias. Ada dua kategori tanaman hias, yakni daun dan bunga. Contoh untuk kategori pertama adalah Adiantum atau suplir. Suplir sendiri mempunyai berbagai jenis dan varietas. Meski begitu, suplir yang cukup cantik karena berdaun kecil dan memberi suasana segar itu, agak sulit dipelihara karena membutuhkan lingkungan yang lembab dan udara bersih.

Suplir membutuhkan sedikit cahaya. Karena itu, sebagian tempatnya harus teduh. Jenis tanaman ini juga tidak terlalu banyak membutuhkan air, asal lembab dan tidak basah, tetapi juga tidak kering. Air penyiram sebaiknya air hujan.
Selama musim kemarau, pot perlu dikelilingi dengan mos yang basah – tidak harus dengan air hujan – agar kelembabannya terjaga. Pada awal musim hujan, merupakan musim tumbuh, sebaiknya suplir dipupuk teratur sesudah dipindah ke pot yang lebih sesuai besarnya.

Berikutnya, ada Aglaonema atau dikenal dengan sri rejeki yang mempunyai aneka jenis dan varietas. Tanaman ini berdaun lonjong hijau, dihiasi bintik-bintik, garis, atau ban berwarna abu-abu keperakan. Sri rejeki ini mudah ditanaman tanpa perawatan intensif, tapi membutuhkan cahaya yang tidak langsung dan lingkungan yang lembab.

Hanya saja, Anda perlu hati-hati bila ruangan terlalu panas dan kering di musim kemarau,
daun Sri Rejeki mudah layu dan harus dibuang. Tanaman ini juga tidak tahan terhadap uap air dari dapur dan asap rokok. Selain itu, daun segar yang sudah tua juga perlu dipangkas.

Tanaman lainnya yang tak kalah cantik adalah Anthurium crystallinum atau kuping gajah. Tanaman ini dipelihara karena keanehan daunnya yang berbentuk jantung dan besar, bila dibandingkan dengan ukuran batangnya. Daun yang lebar ini lalu dianggap menyerupai kuping gajah.

Daun kuping gajah berwarna hijau tua dengan urat-urat hijau muda keputih-putihan. Kuping gajah, banyak dipelihara tunggal di pot antik yang terbuat dari porselen. Meski demikian, kuping gajah ini sebenarnya lebih senang hidup di tempat yang teduh, atau kalau ada cahaya, tidak langsung mengenai dirinya. Kondisi lingkungannya pun harus lembab.

Baca entri selengkapnya »

PLTA ala Ikhsan

Krisis listrik di Indonesia membuat beberapa orang terpacu menemukan alternatif pengganti setrum dari Perusahaan Listrik Negara. Ikhsan, misalnya. Pria asal Purworejo, Jawa Tengah, ini menemukan pembangkit listrik tenaga angin yang menggunakan komponen sederhana.

Dengan tekanan 120 psi, akan diperoleh daya listrik sebesar 3.000 watt selama empat jam. Ini setara listrik yang dihasilkan PLN namun tanpa sedikit pun membutuhkan bahan bakar minyak. Bentuknya memang berbeda dari pembangkit listrik tenaga angin yang umumnya berbentuk kincir. Baca entri selengkapnya »

Respon Masyarakat Dalam Pilkada Jatim

Jumlah golongan putih (golput) dalam pemilihan gubernur di Jawa Timur diperkirakan cukup tinggi. Salah sayu wilayah yang tingkat partisipasi pemilih untuk memilih rendah adalah Surabaya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) jumlah partisipasi pemilih datang ke TPS pemilih se Jatim 61,49%. Hasil survei LSI, partisipasi pemilih di Surabaya sangat rendah dibandingkan dengan kota dan kabupaten di Jawa Timur. Dan hasil surveinya tingkat partisipasinya 51,55%. Baca entri selengkapnya »

PDIP Belum bersikap

Meski hasil quick count menyatakan pendukung Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) kalah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Timur, Sekjen PDIP mengaku masih akan menunggu perhitungan terakhir dari KPUD. Jika hasil itu benar, PDIP baru akan menentukan sikap.

“Kita tunggu hasil perhitungan terakhir KPUD dan rekap dari internal partai,” kata Sekjen PDIP Pramono Anung. Baca entri selengkapnya »

Trilliunan rupiah hanya untuk sehari…

Luar biasa banyak uang yang berputar dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Timur. Bukan hanya penyelenggaraannya yang memakan biaya sekitar Rp 500 miliar, tetapi yang lebih tidak terkendali adalah biaya sosialisasi, kampanye, dan biaya pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur itu. Baca entri selengkapnya »