KEEP ON GREEN

“Kesederhanaan Adalah Sesuatu Yang Menarik”

Perang Teror & Teror Perang

PEranG…..

“Sebenarnya apa itu pejuang dan apa itu teroris,,,??!!”

Pertanyaan tak terduga itu menyentak hati seorang bapak yang tak siap menjawab pertanyaan putranya. Tiba-tiba hatinya dirasuki pereasaan cemas kalau-kalau anaknya salah jalan. Putranya butuh jawaban cepat, setelah melihat tanyan telivisi tentang Presiden Amerika yang terkena lemparan “bom sepatu”. Lebih jauh lagi tentang serbuan tentara Amerika ke Irak didahului dengan hujan bom. Sasarannya rakyat sipil, unyuk menciptakan ketakutan guna menghancurkan moral rakyat. Amerika juga mengebomi rumah warga sipil, bahkan menghancurkan masjid-masjid dengan dalih tempat ibadah itu menjadi sarang teroris. Afganistan juga porak poranda di aduk- aduk perang yang dikobarkan Amerika dan sekutunya.

Saya bingung karena media menyebut gerakan perlawanan untuk mengusir tentara penjajah di dua negeri itu sebagai teroris dan menyebut tentara AS sebagai tentyara pembebasan. Saya tidak tahu. Yang jelas selama ini selalu dikatakan terorisme dilakukan oleh kaum militan yang digambarkan dalam melihat persooalan senantiasa hitam putih. Apa itu…??? Mereka adalah orang yang merasa pendangannya sendiri yang benar, cenderung tak kompromi, menuttup pandangan dan masukan orang lain, tidak toleran dan tidak segan menggunakan kekerasan. Pihak yang berbeda pahan diposisikan sebagai musuh. “kayaknya George Bush punya cirri seperti itu gak…??!! Hingga Harus di Lempar Sepatu oleh wartawan..???? Sungguh hinanya ….. “Semoga Bangsa Amerika Belajar…”

Jadi bagaimana menyikapi terorisme seperti yang dilakukan Amrozi CS…??? Para ulama telah berusaha meluruskan pemahaman tentang Jihad. Sebagian bahkan mengutuknya. Tanaman saja dilarang dirusak… Apalgi manusia bahkan dalam hal ini yang sering jadi korban perang melawan terorisme (versi sang presiden korban bom sepatu) adalah wanita dan anak-anak. “Semoga Bangsa Amerika Belajar..”

Bagaimana dengan jawaban sang bapak di atas tadi..??!. sang bapak belum menjawab. Di biarkannya sang anak menentukan sendiri bagaimana mestinya bersikap. Sedang sang bapak duduk gelisah. Putranya berkata : “biarkan saya menentukan sendiri bagaimana mesti menyikapinya’ sungguh sangat menggelisahkan“.

Dia tak ingin putranya salah dalam menilai dan menyikapi terorisme.”

“saya paham perasaanmu. Tapi berhati-hatilah!” tuturnya.”

by.Zainal Arifin Emka
za_emka@yahoo.co.id

Thank's A lot

1 Komentar»

  M Shodiq Mustika wrote @

Pertanyaan seringkali lebih berharga daripada jawaban.

~muhsodiq~
terima kasih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: