KEEP ON GREEN

“Kesederhanaan Adalah Sesuatu Yang Menarik”

Sang Saka Berkibar Tak Sempurna

Kerja keras anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Magetan selama satu bulan terasa sia-sia. Saat puncak upacara detik-detik proklamasi di alun-alun dengan inspektur upacara Bupati Magetan Soemantri kemarin (17/8), Sang Saka Merah Putih tidak berkibar sempurna. Itu lantaran salah satu tali benderanya putus akibat hembusan angin kencang.

Seperti siklus empat tahunan. Berdasarkan catatan koran ini, peristiwa semacam itu di Magetan sebelumnya juga terjadi pada upacara detik-detik proklamasi tahun 2000 dan 2004. Hanya saja, penyebabnya berbeda. Tragedi putusnya tali Sang Saka kali ini terjadi ketika petugas paskibra telah selesai menunaikan tugasnya dan meninggalkan lokasi upacara.

Peserta upacara spontan terkejut melihat pemandangan memilukan ini. Bendera nasional bangsa Indonesia itu berkibar pontang-panting di depan ribuan mata. Tidak saja dari peserta upacara namun juga warga yang menyaksikannya dari pinggir alun-alun Magetan. ”Kami tidak tega menyaksikan bendera merah putih seperti itu,” ujar salah satu peserta upacara mencoba menyembunyikan pandangannya, kemarin.

Saat upacara kemarin, di alun-alun Magetan tiupan angin sangat kencang dan tidak beraturan. Kondisi ini yang diduga sebagai penyebabnya. ”Ini semua bukan karena faktor kesengajaan. Kami tidak mengira terjadi tragedi di momen yang sangat penting ini,” ujar Bupati Magetan Sumantri dikonfirmasi melalui Kabag Humas Pemkab Magetan Welly Kristanto, usaia upacara.

Menurut Welly, Bupati Sumantri menyikapi serius permasalahan putusnya salah satu tali bendera tersebut. Putusnya tali tersebut murni karena kondisi alam. ”Kami minta maaf kepada peserta upacara dan warga yang melihat tragedi memilukan ini,” ujar Welly dengan suara tertahan.

Sementara, petugas paskibra yang sudah istirahat di depan gedung pemkab kaget mendengar informasi bendera yang dinaikkan mengalami masalah. Beberapa di antara mereka tidak mampu menutupi kesedihannya. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata. Vivid SR, pembawa Sang Saka Merah Putih mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir kerja kerasnya itu. ”Kami sudah menjalankan apa yang menjadi tugas dari tim ini,” ujarnya lirih.

Begitu upacara selesai, bendera yang putus talinya tersebut langsung dibenahi sejumlah dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU). (ota/sad.JP)

 

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: