KEEP ON GREEN

“Kesederhanaan Adalah Sesuatu Yang Menarik”

Berhamburnya Dana Partai

Menjelang pemilihan umum 2009, sejumlah partai politik termasuk orang-orang yang terang-terangan ingin maju sebagai calon presiden berlomba-lomba mencari dukungan. Untuk itu kampanye pun digalakkan. Bendera bendera berderetan, serta atribut-atribut lain. Bahkan ada pula yang pesan nyampek luar negeri,.. wow…..

Namun, kegiatan tersebut tentu saja membutuhkan dana tak sedikit. Karenanya mereka mulai sibuk menggalang dana, salah satunya lewat sumbangan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, Kamis (24/7), mengaku, banyak pengusaha terpaksa harus menyediakan dana besar terutama menjelang pemilihan presiden.

Cara seperti itu banyak ditempuh karena pemerintah telah mewanti-wanti agar para peserta pemilu jangan menggunakan aset negara. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Sofyan Djalil menegaskan akan melarang BUMN memberi sumbangan kepada partai politik maupun calon presiden. Untuk itu pemerintah akan segera mengaudit BUMN.

Menurut Rancangan Undang-undang Pilpres yang sedang dibahas di DPR, kisaran sumbangan yang diperbolehkan bagi para capres adalah Rp 1 miliar oleh penyumbang perseorangan sampai lima miliar bagi penyumbang kelompok, perusahaan, dan badan usaha.

Sementara itu, masa kampanye pemilu ternyata mengundang rezeki bagi pengusaha sablon. Salah satunya Inggit. Pengusaha yang telah menekuni usaha sablon puluhan tahun ini memiliki kiat sendiri mencari order. Caranya adalah dengan menjalin banyak hubungan dengan tokoh parpol. Tahun lalu ia berhasil meraup omzet satu miliar rupiah.,.

Berbeda dengan Inggit. Banyaknya partai pada pemilu kali ini membuat Anto, pengusaha sablon di kawasan Senen ini, makin hati-hati menerima order. Ia pernah merasakan pengalaman buruk. Pekerjaannya tidak dibayar karena parpol yang menawarkan order kalah. Pengalaman pahit tidak hanya sekali ia rasakan.

Masa kampanye pemilu telah dimulai 12 Juli dan akan berlangsung selama sembilan bulan, tujuh hari. Saat ini berbagai atribut parpol bisa ditemukan di berbagai sudut jalan di Ibu Kota. Namun, sayangnya masih ada parpol yang tidak taat aturan dengan memasang atribut di daerah terlarang. (L.6)

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: